Menginstall Ubuntu pada Flashdisk (bukan di harddisk)

ubuntu tls

Suatu siang ubuntu 16 yang saya gunakan mengalami perlambatan kinerja. hang, kemudian gagal booting.

Langkah pertama yang saya ambil adalah mencoba untuk melakukan recovery dari bootable USB ubuntu. Akan tetapi karena saya masih newbie dalam menggunakan linux, recovery yang saya lakukan gagal total.

Langkah kedua setelah kegagalan recovery adalah melakukan kembali instalasi ubuntu ke hardisk. Semua data pada hardisk saya format dan saya jadikan semua hardisk saya dengan mount point root atau /. Instalasi berhasil meskipun saya kehilangan data-data saya. akhirnya saya bisa kembali menggunakan PC saya untuk bekerja.

Pada hari kedua setelah instalasi, masalah gagal booting kembali menghantui saya. kali ini yang saya lakukan adalah memeriksa kondisi fisik dari harddisk saya, karena sepertinya masalah bukan dari instalasi ubuntu dan saya tidak terlalu banyak melakukan perubahan pada system yang saya install.

Saya kembali masuk ke BIOS dan disana terlihat bahwa harddisk masih terbaca dengan tepat. Saya coba untuk mengganti port sata yang digunakan, dari port 1 ke 2 dan 3. hasilnya tetap sama. Selanjutnya saya coba kembali untuk mengganti kabel sata yang saya gunakan. Hasilnya juga sama saja bahkan kali ini hardisk tidak terdeteksi pada BIOS.

Kondisinya pada saat itu adalah stok harddisk sedang kosong, tidak ada harddisk bekas yang bisa digunakan. Dalam ke frustasian itu akhirnya saya teringat pada artikel di majalah terbitan tahun 2008-2009 yang hingga saat ini seperti masih terngiang-ngiang di kepala. Artikel tersebut bercerita tentang puppy linux, sebuah distro linux yang memiliki ukuran hanya 100 mb!

Akhirnya saya melihat secercah harapan dalam keputus asaan. Saya masih memiliki flashdisk kantor ukuran 16 Gb yang baru saya terima satu minggu yang lalu. Saya pikir ini saatnya saya untuk berkerja melalui bootable flashdisk dan menghilangkan peran harddisk dalam system komputer saya hahahaha. Distro  yang saya pilih saat itu adalah Slax dengan ukuran file zip sebesar 200an MB.

Instalasi Slax cukup mudah, ekstrak file zip, kemudian jalankan sebuah file executable yang secara otomatis membuat flashdisk bisa booting langsung. Setelah memakainya selama dua hari, saa mulai merasakan kesulitan akibat kurang familiarnya saya terhadap distro ini. kemudian timbul sebuah ide untuk menginstall ubuntu dalam flashdisk 16 GB ini.

Proses instalasi sama seperti instalasi ubuntu pada umumnya. setelah itu semua berjalan dengan smooth. Tidak lagi perlu hardisk hanya perlu sebuah bootabele usb 16 GB dan mereka berjalan seperti air.

Untuk OS ditambah beberapa aplikasi browser, ip scanner dan VNC hanya membutuhkan space 6.6 GB. Jika dikurangi space maksmum, berarti masih ada space sekitar 8-9 GB yang dapat kita gunakan untuk menimpan berkas kantor.

Murah, Mudah, Cepat dan enak

Screenshot from 2016-09-02 18-19-06

Screenshot from 2016-09-02 18-18-59Screenshot from 2016-09-02 18-16-07

This entry was posted in Opini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s